Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2016

Refleksi Gerakan Mahasiswa

Refleksi Gerakan Mahasiswa, Demonstrasi YES,  Anarkisme NO !

          Dalam proses perjalanan bangsa ini dari masa ke masa tak lepas dari pengaruh mahasiswa. Sejatinya mahasiwa adalah agen perubahan sosial (agent of social change). Gerakan mahasiswa bukanlah semata cerita, dongeng, slogan membanggakan status yang hanya didiskusikan dari kampus ke kampus. Bukti otentik dalam sejarah perjuangan dan pergerakan mahasiswa adalah tumbangnya pemerintahan yang dzolim, pemerintahan yang menghianati kehendak rakyat. Misalnya saja kristalisasi gerakan sosial mahasiswa mulai pada tahun 1996, 1974, 1978 sampai 1998 yang mampu menumbangkan rezim otoriter Pesiden Soeharto. Sehingga mahasiswa tidak hanya dicap (label) sebagai insan akademis tapi sekaligus insan penggerak perubahan. Perlu diperhatikan perjuangan mahasiwa yang terorganisir untuk mewujudkan perubahan progresif lahir dari kesadaran kolektif sosial itu sendiri. Lenin pernah mengatakan, Tanpa teori yang revolusioner tidak akan ada gerakan yang revolusioner. 

"Inilah urgensi kesatuan teori dan praksisnya yakni perlunya bangku kuliah sebagai ladang insan akademis (teoritis) untuk menopang pentingnya konsep dalam setiap gerakan sosial".
Posisi, peran dan fungsi mahasiswa

Gerakan mahasiswa 1998 yang punya andil dalam menumbangkan rezim Soeharto adalah suatu gerakan sosial. Maka sebelum membahas peran dan pengaruh mahasiswa dalam gerakan mahasiswa 1998, Saya akan coba mengupas di sini beberapa dimensi konseptual tentang status dan peran mahasiswa. Secara Konsep ilmu sosial, Masyarakat dapat dipandang terdiri dari seperangkat posisi-posisi sosial. Posisi sosial ini dinamakan status. Farley [1992] mengungkapkan, ada berbagai macam status berdasarkan cara memperolehnya. Pertama, status yang diperoleh begitu saja tanpa suatu usaha tertentu dari orang bersangkutan (ascribed status). Misalnya, status yang diterima begitu saja ketika orang terlahir sebagai laki-laki atau perempuan (jenis kelamin), berkulit putih atau berkulit hitam (rasis), dan karakteristik keluarga tempat orang itu dilahirkan. Kedua, status yang diperoleh setidaknya sebagian melalui upaya tertentu atau perjuangan dari orang bersangkutan (achieved status). Seperti: jabatan politik, tingkat penghasilan (ekonomi), tingkat pendidikan, Status mahasiswa tentu termasuk kategori ketiga ini. kenapa ? karena mahasiswa adalah sekelompok orang yang terdidik sebagai bagian dari bangsa dan negara. Mahasiswa sebagai kaum intelektual.

Peran dan fungsi mahasiswa secara nyata dan konseptual dapat dilihat bagaimana dalam menentukan arah perjuangan dan konstribusi terhadap masyarakat. Pertama, mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan). Artinya apa, mahasiswa sebagai tulang punggung masyarakat untuk melakukan perubahan sesuai kehendak rakyat. Dapat juga dikatakan mahasiswa sebagai jembatan antara rakyat dengan pemerintah. Kedua, sebagai Pengontrol sosial (Social Control). Dalam hal ini mahasiswa diharapkan mampu melakukan kontrol (kendali) keadaan sosial yang ada dalam lingkungannya. Ketiga, Moral Force (gerakan moral) dalam hal ini mahasiswa menjaga norma yang ada dalam masyarakat untuk kembali sesuai dengan apa yang diharapkan dan tidak melenceng dari subtansinya Karena mahasiswa pun harus bermoral untuk menegakkan moralitas sosial. Keempat, Generasi Penerus. Bangsa ini tidak akan dipimpin oleh orang-orang yang ada sekarang dipemerintahan selamanya. Pasti membutuhkan regenerasi kepemimpinan. Di sinilah mahasiwa menjadi harapan masyarakat untuk tetap konsisten memperjuangkan kesejahtraan rakyat.

Independensi dan anti-anarkisme

Banyak hal yang menjadi sorotan dalam setiap gerakan mahasiswa, mungkin ada yang melihatnya sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja dan sebagian juga menganggapnya sebagai hal sangat prestisius karena dibubuhi dengan retorika demonstratif. Tapi perlu diketahui bahwa ada gerakan-gerakan mahasiswa yang ditunggangi kepentingan politik, yang artinya apa tercerai-berailah independensi mahasiswa. Seharusnya mahasiswa berperan sebagai penggerak moralitas sosial (morality social) bukan lokomotif kepentingan politik.

Meskpun dalam UUD Negara Republik Indonesia (UUD NRI 1945) Pasal 28 E ayat 3 mengatakan “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat” . Hal ini harus dipandang sebagai Hak dan kebebasan yang bertanggungjawab. Bukan kebebasan yang bedampak negatif. Belum lagi budaya anarkisme mahasiswa dalam menyalurkan aspirasinya. Konsep perjuangan yang keliru ketika mengatakan “tidak ada demonstrasi tanpa anarkisme” yang benar adalah “Demokrasi yes, anarkisme no !. Dengan demikian alur gerak mahasiswa tidak bertentangan dengan kehendak masyarakat. Mahasiswa harus mengedepankan kualitas otak bukan otot semata.

Tindakan anarkisme, semestinya tidak terjadi lagi. Anarkis bukan solusi tapi malah melahirkan masalah. Kalau anarkisme dijadikan budaya bangsa kapan bangsa ini akan tenang ? Stop Anarkisme. Kami tidak ingin lagi melihat ada demonstrasi yang membuat nyawa-nyawa intelektual melayang.

Sebagai solusi dalam konsep pergerakan mahasiswa, jangan hanya fokus penyaluran aspirasi dengan cara turun ke Jalan, bakar ban dan lempar-lempar batu dan apalagi anarkis. Tapi banyak model dan pola yang bisa digunakan untuk menyalurkan aspirasi. Contohnya, melalui media online atau media cetak. Mahasiswa dapat menulis opini seputar dinamika perubahan sosial, isu-isu kebangsaan dan mahasiswa menawarkan solusi. Oleh karena itu marilah kita menyalurkan aspirasi dengan cara tindakan yang tidak anarkis agar tetap terjaga kedamaian di negeri tercinta ini yang InsyaAllah bangsa yang beradab dan berkemajuan. Nama: Febri HukumKetua Umum Independent Law Student Periode 2015-2016, Kader HMI dan Mahasiswa Ilmu Hukum semester 7 UIN Alauddin Makassar 

Senin, 07 Maret 2016

TUMPUL TAJAMNYA HUKUM

TUMPUL TAJAMNYA HUKUM
















Ironi hukum di negeriku
Negeriku dalam ironi ....
Ini bukan ilustrasi bukan pula frustrasi
Dilematis menyergap dan mendesak kebuntuan hukum
Lagi-lagi ada yang mengatakan,
HUKUM TAJAM DI BAWAH, TUMPUL KE ATAS.
Dan itu fakta.
Lihatlah bagaimana pejabat yang melanggar didramatisir.
Seolah tidak terjadi apa-apa.
Di berikan grasi....
Potong masa tahanan.....
Jalan-jalan keluar negeri
Bebas berwisata di mana saja....
Dan dibebas-bebaskan.
Disodori kemewahan.
Lihatlah orang miskin melanggar, langsung dihakimi.
Dipukuli, ditendang, ditampar kiri kanan
Bahkan ada yang mati teraniaya atas nama hukum.
Seolah hopeless.
Ya...atas nama hukum !
Ini menjadi apa-apa ?
Hukum tajam tapi tumpul.
Hukum tumpul tapi tajam.
Tajam dan tumpul.
Tumpul dan tajam.
Inikah hukum ? Inilah hukum.
Ini bukan cerita fiktif belaka.
inkonsistensi dalam realitas.
Terkadang hukum tajam dan terkadang tumpul.
Lagi-lagi inkonsistensi.
Katanya equality before the law....
Semua orang sama di hadapan hukum.
Tidak ada diskriminasi.
Itu hanya eufemisme hukum belaka.
Simbolisme kata yang menggurita.
Nista ....ternista.
Antara kaya dan miskin ada penjarakan, GAP !
Ada perbedaan
Dan semua orang tidak sama di hadapan hukum !
Itu fakta !

Febri Ramadhani

Mahasiswa Ilmu Hukum UIN Alauddin Makassar

Minggu, 13 Desember 2015

Maafkan ketidaksempurnaanku

Maafkan ketidaksempurnaanku ini
Aku bukan wanita yang super
Aku hanya wanita biasa yg mencoba ingin menjadi wanita super
Maafkan keegoisanku yang terlalu menggunung
Keegoisan yang tak bisa ku buang
Keegoisan yang membuatmu terluka begitu perih
Maafkan semua lisan kasarku yang pernah terlontarkan
Di sengaja maupun tidak,
Itulah bukti kekhilafanku sebagai wanita di bawah rata-rata
Maafkan kecuekanku yang membuatmu tak nyaman
Kecuekanku lagi-lagi membuktikan aku wanita haus kasih sayang
Cuekku bukan berarti tak peduli
Tetapi ada rasa yang ku pendaam, yang tak bisa ku lontarkan
Rasa membutuhkanmu
Rasa mencintaimu
Rasa memilikimu
Dan rasa bersamamu untuk waktu yang sangat lama
Jangan meninggalkanku
Aku benci melihat setiap kali punggung mu pergi menjauh dari pandanganku
Maafkanlah wanita biasa ini



#Nonasinarrr

Aku mencintaimu


Aku mencintaimu,
Tapi aku lebih mencintai Tuhanku
Aku menyayangimu,
Tapi aku lebih menyayangi Rabbku
Akhlak ku baik karena tuntunan darimu
Kaulah pria yang membawa cahaya bagi hidupku
Cahaya yang begitu ku butuhkan di akhirat nanti
Sedangkan aku, aku hanya wanita biasa
Wanita yang mengiming-imingi surga
Kehadiranmu membuat semuanya berubah
Tetapi di balik lubuk hati terdalamku
Aku akan tetap seperti ini
Akhlakku tak akan pergi ketika kau beranjak pergi
Karena kau hanya penuntun, bukan penyebab perubahanku
Maka,
Ada atau tidak pun dirimu, insyallah
Akhlakku tak akan pergi
Kehillangan memang begitu sakit
Tapi lebih sakit lagi ketika ku kehilangan hati
Untuk mencintai pemilik cinta yang abadi
Yaitu cintaku kepada Maha Segala-galanya


#Nonasinarrr

Rabu, 21 Oktober 2015

Tanpa Maksiat

Hari-hari ini telah jauh terpancing dengan maksiat
membelenggu kesesatan hidup
kuingin hidupku dimaknai dengan keIslaman,
keindahan yang sesuai dengan agamaku yang sempurna
tidak mungkin agamaku melarang MAKSIAT kalau memang itu baik ?
kenapa harus dilarang ?
karena memang tidak baik
laksana cahaya ilmu yang ingin menembus dinding-dinding hidupku,
maksiat adalah penghalang tembusnya cahaya itu.
Tuhan,...
kuingin masa mudaku jauh dari maksiat,
kau hindarkan dari kesesatan hidup
belenggu hidup
ku mau seorang perempuan....
Perempuan shaleh yang kelak melahirkan anak-anak dengan kesucian lahir dan batin

Perempuan yang masa mudanya tanpa MAKSIAT.

Rabu, 10 Juni 2015

Perempuan Pengganguku


Bukannya aku tidak suka perempuan,
hanya aku sedang lampu kuning !!!
Senja mulai menyapa, malam semakin mendekat dan tibalah aku kembali menulis malam ini,
Indahnya terbayang raut wajahmu, menggubris inginku.
Kepada seoarang perempuan yang selalu menggaguku...
Namanya adalah ....
dikala pagi, siang, sore, malam
aku merasa terusik dan terganggu
tapi kenapa ku tersenyum ? terkadang risih dan terkadang emosi.
itulah permainan rasa.
Kepada seorang perempuan yang selalu menggaguku
kau cantik,
Kau unik,
Kau amazing,
Kau PENGGANGU PIKIRKU.
Menggerogoti setiap hari-hariku
kau dan ke “kau” anmu nyata dan dirimu sendiri
aku jaga jarak supaya merasa dekat
aku dekat supaya jarak tetap terjaga
itulah saling menjaga bagiku.
Aku butuh dan sangat butuh dirinya
Layaknya musafir yang kehausan di padang pasir.
Kini aku berjihad sebagai MAHASISWA,
aku butuh perempuan pengganggu itu untuk menemaniku berjihad !

Perempuan Pengganggu , tolong ganggu Aku !

Minggu, 07 Juni 2015

Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana ?

Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana ?
Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus)

Kau ini bagaimana
Kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kafir

Aku harus bagaimana
Kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
Kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aku plin-plan

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimpung kakiku
Kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin, kau menyontohkan yang lain

Kau ini bagaimana
Kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilNya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya
Aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

Aku harus bagaimana
Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggung jawab, kau sendiri terus berucap Wallahu A’lam Bisshowab

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana
Kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis

Aku harus bagaimana
Kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana
Aku bilang terserah kau, kau tidak mau
Aku bilang terserah kita, kau tak suka
Aku bilang terserah aku, kau memakiku

Kau ini bagaimana
Atau aku harus bagaimana
(A. Mustofa Bisri)


Febri Ramadhani

Mahasiswa Ilmu Hukum UIN Alauddin Makassar

Rabu, 29 April 2015

Hadirmu Akhir-akhir ini Bungaku....





































Rasanya tak tercakapkan secara indrawi
Apa yang aku rasakan mungkin juga kau rasakan,
Yah, semoga...
Ya, Kuharap

Kau begitu indah, bagaikan sosok bunga tercantik di dunia
Kau mampu menghibur semua lelaki dengan senyum manismu,
Dan dengan kelebihanmu yang tak setara dengan wanita sepertimu
Kau memang tak sempurna di mataku, aku tak bisa memungkiri itu.

Kesempurnaan hanya milik-Nya
Tapi dengan rasaku dan rasioku aku tidak bisa juga menafikkan,
Bahwa kesempurnaan juga ada dalam dirimu bungaku....
Tapi...apabila dirimu menyatu dengan diriku...!

Siang malam menjadi ruang kehadiranmu,
Hadir dalam mimpi, hadir dalam bentuk fisik dan non-fisik.
Kehadiranmu dalam fenomena dan nomena menghiburku.
Aku harap, dengan puisi ini kita tuntas mengarungi hidup bungaku...

Aku bergetar, saat menatap. Dilema dan kecewa.
Keras, terbentur dari dari hati yang terdalam, sungguh dalam....
Semuanya aku sadari, aku mengikhlaskan
Kau telah termiliki bungaku...!!!

Sejak itulah aku bernafas tanpa sadar akan hembusan nafas.
Kepala seolah tidak ada, tapi kenapa rasanya begitu berat dan berbeban ?
Itu karena dirimu bungaku.
Dirimu, hadirmu, ragamu, jiwamu yang termiliki bukan olehku.

Di situlah aku mengikhlaskan ragamu, tapi tidak dengan jiwamu.
Bagiku, pantang bunga yang ku dekap adalah sisa-sisa laki-laki lain
Tapi selama bukan sisa, aku terbuka mendekapmu bunga.
Ingat, selama bukan sisa.

Rabu, 22 April 2015

Imajinasiku menanyakan pendidikan


Tepatkah Imajinasiku ? Pendidikan itu penuh warna....
Di mana orang bisa bermimpi, berkreasi sebebasnya sesuai kemampuannya
Pendidikan itu untuk semua orang dan semua kalangan tanpa diskriminasi,
Ternyata beda dalam realitas ? Anomali....

Pendidikan adalah inti, sekaligus urat nadi peradaban ummat manusia
Tujuannya memanusiakan manusia ?
Manusia yang tidak hanya cerdas akal tapi juga cerdas spiritual.
Pendidikan harus mencetak orang-orang bijak dalam bertutur kata
Apalagi bijak dalam perbuatannya.

apakah karena pendidikan orang menjadi rakus dan tamak bahkan koruptor ?
ya, ketika pendidikan tidak mengajarkan nilai-nilai moralitas.
ketika pendidikan hanya menggariskan tinta materialisme ....
Ambang batas keberhasilan pendidikan adalah hasil dan proses.
Bukan salah satunya. Ingat itu !

Oh...Tuhan,
Aku kira pendidikan mengajarkan kejujuran,
tapi semua itu dapat dibeli karena iming-iming materi.
Orang kaya ingin semakin kaya, seolah tidak ada mati !

Seolah aku menatap pendidikan dengan kacamata buram,
Jelas, objeknya memang buram. Faktanya begitu...
Pendidikan bukan lahan komersialisasi
Pendidikan kita masih perlu berbenah !


Selasa, 10 Maret 2015

22 April 2014 (DIAM !!!)

22 April 2014
Diam !!!
Hanya orang-orang penakut yang selalu DIAM,
diam dalam ketakutan, gemetar.
Diam ada saatnya yaitu ketika
saatnya ketika kita terdiam.
Terdiam dan diam adalah kata yang berbeda.
Tapi, jika itu panutan seseorang , 
yakin dan percaya ia sedang berada dalam keadaan dan kondisi TERTINDAS.
Tolong......
bebaskan mereka dalam lembah yang dalam itu.
Hapuskan keragu-raguan mereka untuk berucap,
berkata-kata,
berbicara,
berpuisi dengan indah,
bukannya aku sok, 
bebas!
hebat 
dan juga
tak terkalahkan
keengganan mereka untuk bersuara,
membuatku lamban dalam berpikir.
takut akan bertindak.
aku hanya ingin bersatu dan bersama,
berikan ruang-ruang analisa
maka analisa itu untukmu.
Seperti mereka, ...
aku dan yang lainnya juga tak pernah menginginkan pemberontakan.
Meskipun ada pemberontakan yang dihalalkan.

Terima kasih.
Buat: Manusia- manusia hukum.

Senin, 02 Maret 2015

Mengenal Filsafat, apa itu Filsafat ?

MENGENAL FILSAFAT-

Mengintroduksi Filsafat  Sebelum Berfilsafat”

“ Dunia ini tercipta dari air dan awalnya itu air”
-Thales-: Bapak Filsafat”

Filsafat  secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata  philo dan shopie. Yang mana philo artinya Cinta, Mencintai, dan shopie artinya Kearifan dan kebijaksanaan. Seringkali filsafat dianggap sebagai sebuah  teori tengtang segala sesuatu.. Khususnya bagaimana merangkai sebuah defenisi. Memang begitulah asumsi Mahasiswa ataupun para dosen-dosen. Tidak dapat dipungkiri bahwa predikat Filasafat adalah The Mother of  Science atau induk dari pada ilmu pengetahuan. Tapi apakah ilmu-ilmu yang lain akan mengakui predikat terebut? Bahkan ada yang mengatakan bahwa filsafat adalah awal dari pada ilmu pengetahuan. Berkenalan dengan filsafat bukan berarti berfilsafat? Yah, begitulah.....dan harusnya kan seperti yang seharusnya. Orang yang terlebih dahulu mencelupkan diri pada kultus dunia keilmuan filsafat, tentu didistingtifkan  pada yang baru mengintroduksi makananya.Baik makna,etimologis, Harafiah begitu pula dengan terminologis . Cakupan filsafat  sangatlah luas, dan plural. Hampir menyentuh seluruh ruas-ruas metodolgi keilmuan.

Misalnya saja Filsafat hukum, Etika, Islam, Theologis, Moral, Logika, politik,Estetika, Matematika, Sosiologi,Semantik dan  masih banyak lagi. Dan ada pula yang memisahkan diri atau beridiri sendiri. Katakanlah Psikologi.

Berfilsafat berarti berpikir. Itulah yang pertama, akan tetapi berpikir bukan berarti  berfilsafat. Berfilsafat adalah Refleksi kritis terhadap pemikiran diri sendiri dan bagaimana kita merelasikan pendapat orang lain supaya kita menemukan  kebenaran yang sesungguhnya, yakni kebenaran Ilmiah.

Pendekatan filsafat ada dua yaitu dengan Pendekatan Kronikalitas dan Pendekatan Tematik. Kronikalitas sama dengn kronologi yakni berdasarkan urutan waktu, serentetan-serentetan waktu yang pernah ada. Di mana pendekatan ini lebih memfokuskan pada sudut kesejarahan. Pendekatan Tematik yakni memfokuskan pada satu Tema dan topik yang dibahas secara mendalam sampai ke akar-akar orisinalitasnya.

Filsafat, menurut saya untuk mencapai kebenaran maka harus berpikir secara ilmiah. Filsafat hadir bukan untuk mneguasai ilmu-ilmu yang lainnya tapi tetap berjalan pada koridornya, dengan  usaha  tertib. Para ahli-ahli di filsafat misalnya, apa-apa yang pernah dipelajari harus dipertanggungjawabkan. Tidak hanya ketika diterima, ditelan mentah-mentah baru tidak ditelaah dan dicernah dengan baik . Hal  eksenterik  untuk menilai oarng yang sudah mapan dari pengetahuan Filsafat, atau bahkan katanya menguasai Filsafat, tapi dari segi aplikasi, bak itu Moralitas, Etika, Estetika (cara pakai) yang tidak mencerminkan kearifan dan kebijaksanaan. Dalam dunia kemahasiswaan apalagi keorganisasian sebenarnya itu yang patut dikritisi terlebih dahulu, sebelum mengkritisi dunia luar.

Memang begitu banyak aliran-aliran dalan arena dan wahana  kefilsafatan., tapi itu semua tidak pernah terlepas dari apa makna esensial dari Filsafat itu :Misalnya, Skeptitisme, Sopisme, Rasionlisme, Empirisime,Positivistik, idealisme dan masih banyak lagi yang lainnya- yang saling berkecamuk dan bersileweran  dalan distrik kefilsafatan.

Filsafat yang lebih umum saya dengar dari segi fungisonal adlah sebagai konsep dalam pencetusan intelektual. Apalagi dalam menjebol akar-akar kesosialan manuisa dan membuat mereka sadar akan dirinya sendiri. Agar tidak mengalami yang namanya dislokasi, disorientasi dan disidentifikasi.

Filsafat kritis misalnya yang menyebarkan doktrin dan dogma menegenai manusia yang memerdekakan diri sebagai subjek yang berani bepikir sendiri sebagai seorang personal. Karena kadang orang yang memilki kemampuan dalam  hal apapun itu, lalu mereka dipenjarakan oleh situasi yang namanya rasa malu untuk berbicara, nah..... ini kan sudah era democracy,,,,, bukan era keterbelengguan aspirasi seperti orde baru. Dan sudah ada yang namanya The Freedom of Expression, bagaimana kita bebas mengemukan pendapat. Dan selain itu paling tidak kita mampu berpartisipasi dalam diskusi-perdebatan ilmiah dikampus.

Dengan namanya berfilsafat haruslah meneggelamkan diri dalam dunia tekstualitas maupun kontekstualitas.  Dapatlah kita pahami sedekit mengenai posisi dan teritorial pengembangan dan pengaplikasian Filasafat itu sendiri.

Tugas Filsafat: yakni secara umum terbagi atas dua yaitu, Tugas kritis dan Konstruktif. Tugas kritis dapat direfresentasikan dalam kisah Socrates. Seorang teman Socrates yaitu Chairephon dan bertanya kepada orakel di Delpi mengenai adakah orang melebihi kebijaksanaannya Socrates ? Orakel menjawab bahwa tak seorang pun yang melebihi kebijkasnaannya Socrates. Dan Socrates yang merrasa dirinya tidak bijaksana menguji pertanyaan Orakel dengan menanyai Orang –orang yang merasa terpelajar dan bijaksana. Kemudian ia terus-terus bertanya kepada orang lain  yan ia anggap bijak. Apakah aku ini orang yang bijak ? Ternyata sama perkataan dari Orakel.

Tugas kritis Filsafat mengingatkan  kepada manusia tengtang ketidaksempurnaan kita, yang akan membawa kita kerendahtian.  Tugas kritis Filsafat yang lainnya dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan Fhilosophies. Sedangkan tugas Konstruktif Filsafat ditandai dengan proposisi-proposisi atau pernyataan-pernyatan yang berisi  simpulan atau thesis/konklusi atas jawaban dari pertanyaaan yang dimunculkan.

Pertanyaan-pertanyaan fhiloshopies itu Paling tidak tediri dari beberapa tipe: Logis, Ontologis, Epistemologis, Aksiologis.

Sistematika dalam berfilasafat ada dua konsepsi secara garis besar, yaitu Sistem Naturalistik:  Dengan asumsi –pertama dimana bahwa di dunia ini hanya ada satu tatanan realitas saja. Karena itu realitas yang lain,  yang tidak dapat decerap oleh Indra bukanlah sutu tatanan real. Kedua tatanan tersebut terdiri dari objek-objek dan peristiwa yang terjadi dalam kerangka ruang dan waktu. Ketiga,,,, Tatanan ini bersifat Independen dan otonom  yang secara alami tidak ada yang menggerakkan. Sistem Filsafat yang seperti ini mendominasi corak pemikiran Positivisme dan naungannya Empisisme.

Sistem Filsafat Transendentalistik:  Dengan Asumsi- pertama,,,, Bahwa dunia ini terikat oleh ruang dan waktu yang diatur sedemikian rupa oleh realitas yang melampaui/transenden bagi ruang dan waktu itu. Kedua,,,,, realitas tidak  terbatas pada objek dan kejadian yang terjadi dalam ruang dan waktu. Ketiga ,,,, semua yang ada secara material mapun imaterial adalh kuasa Tuhan dan dialah yang menciptakan segalanya.

Itulah mengenai pemahaman saya terhadap Filsafat dari sudut Introduksi, bagi yang  ingin ber-Filsafat silahkan, dan bagi yang tidak mau tidak ada paksaan. Karena Pendidikan Pembebasan adalah bagian dari esesnsi ajaran Filsafat yang sesungguhnya.
Berpikirlah........!!!!!!!

Febri Ramadhani
Mahasiswa Ilmu Hukum UIN Alauddin Makassar

Senin, 23 Februari 2015

PUISI MALAM

PUISI MALAM
Senin 16/01/2015

Dingin terasa
Rasanya dingin menusuk tulang
Malam yang gelap dengan gemerlap lampu-lampu malam
Eksotisme malam menjadi realitas tak terlupakan
Indahnya Ciaptaan-Nya yang maha kuasa

Mencekam
Yah, situasi mencekam.
Karena mata belum terpejam
Anjing menggonggong dari sana ke sini
Nyaring terdengar membuatku bergetar
Aku tak merasa takut karena aku bukan penakut

Dingin terasa
Rasanya sangat dingin
Merasuk dan menusuk tulang
Semua tinggal kenangan
Kenangan berbalut pengharapan

Sengatan malam tiada henti
Tiupan angin membuatku menggigil
Merinding akan kesunyian
Termangu dalam tulisanku.

Bukannya cengeng.....
Lelah dan letih menghampiriku
Kuat dikalahkan lemah
Tapi aku belum menyerah menulis malam
Sampai kapanpun !
Dan kapanpun itu !


Febri Ramadhani
Mahasiswa Ilmu Hukum UIN Alauddin Makassar

Sabtu, 14 Februari 2015

ROKOK DALAM HIASAN SOSIAL

ROKOK DALAM HIASAN SOSIAL

Negaraku negara yang perokok
Negara yang tidak bisa berjalan tanpa rokok
Manusianya adalah perokok.
Sedikit saja bisa menjadi rokok.
“Merokok mati, tidak merokok juga mati.
Lebih baik merokok sampai mati”.
Negasi-kontradiksi
“Tidak merokok mati, merokok cepat mati ?
Lebih baik tidak merokok sampai mati”
All right ???
Aku bertanya pada hiasan sosial....
Apakah rokok adalah nilai seni bagimu ?
Setiap hari asap rokok membumbung tinggi,
Menghiasi langit-langit sosial
Sebatang rokok adalah kehidupan
Kehidupan itu adalah rokok baginya
Puntung rokok bagaikan pepohonan dihutan yang lebat
Sekali mati sudah itu hidup lagi,
Tiada henti dan lagi tanpa henti.
Puntung rokok tersebar ke segala arah
Sudut-sudut kamar,
Sudut jedela,
Sudut pintu,
Sudut lipatan buku,
Dan sudut-sudut kesedihan dan kepedihan.
Sadarkah kita bahwa rokok itu membawa penyakit ?
Asapnya lebih kejam daripada asap kendaraan bermotor ?
Tapi, sayang sekali....
Semua tidak sadar akibat kesadaran.
Tapi apakah kita juga sadar, bahwa rokok juga membawa manfaat ?
Manfaat untuk rileks dan relaksasi pemikiran.
Katanya....maybe.
Hiasan sosial....
Orang dewasa merokok,
Remaja merokok,
Anak-anak merokok,
Laki-laki merokok,
Perempuan merokok,
Kakek-kakek merokok,
Nenek-nenek merokok,
Banci pun merokok,
Pokoknya rokok dan semuanya telah merokok.
Yang tidak merokok pun merokok.
Yang belum merokok pun merokok.
Semuanya merokok.
Di mana-mana merokok dan tersedia rokok !
Itu fakta !!!

Febri Ramadhani
Mahasiswa Ilmu Hukum UIN Alauddin Makassar